Sabtu, 14 Maret 2015

Hukum Inertia




Hukum Inertia
Makhluk apakah hukum inertia itu? Menurut Newton setiap benda cenderung mempertahankan posisinya. Benda bergerak cenderung untuk terus bergerak, benda diam cenderung untuk tetap diam. Jadi, orang yang diam cenderung ingin tetap diam dan orang yang bergerak cenderung tetap bergerak.
Pernahkah anda merasa kesulitan untuk berbicara dengan seseorang. Orangnya sangat ngirit kata-kata dan bahkan ngirit gerakan. Lebih banyak diam seperti patung. Kadang justru kita yang jadi salah tingkah. Kita semangat menjelaskan suatu ide namun tanggapannya dingin, tak bergerak, tak bergeming. Suasana yang tanpa harapan inibisa anda cairkan dengan membuatnyabergerak. Anda bisa memintanya untuk berdiri atau berjalan melihat suatu pemandangan dari balik jendela ruang kerjanya. Anda bisa juga meminta secangkir kopi agar dia bergerak membuatkan kopi untuk anda. Apa pun caranya buatlah agar dia bergerak.
Prinsipnya saat seseorang tidak mau mengubah pendiriannya cobalah untuk mengubah sesuatu yang anda bisa lakukan. Hal yang paling baik adalah fisiknya, karena kondisi seseorang berhubungan langsung  dengan kondisi fisiknya.  Bila dia menolak pendapat anda, usahakan agar dia dapat bergerak. Kegiatan ini dapat membuka pikiran yang terkunci dan memungkinkan seseorang untuk mengubah sikap psikologisnya. Bila dia tidak bergerak maka pikirannya pun jadi beku dan pendiriannya tetap tak berubah.
Berbagai penelitian mengungkapkan bahwa cara termudah untuk mengubah cara berpikir seseorang adalah dengan mengupayakan agar ia mau menggerakkan tubuhnya. Bila ia duduk, pancinglah agar ia berdiri, bila ia berdiri, ajak agar ia duduk. Pernahkah anda melihat orang yang masuk suatu ruangan langsung marah-marah tak karuan? Tak lama kemudian terlihat seseorang menghampiri, menepuk pundaknya dan mengajaknya duduk. Jalan keluar terhadap masalahnya belum ketemu dan yang menjadi penyebab dia marah juga belum terselesaikan, tapi anehnya kemarahan orang ini menjadi agak reda dan pada beberapa kasus orang yang tadinya marah-marah malahan sudah dapat tersenyum.
Memaksimalkan Diri Sendiri
Prinsip inertia ini juga sangat baikdigunakan untuk memengaruhi diri anda sendiri.  Bila anda  bisa memanfaatkannya, hukum ini sangat nyata membantu anda berprestasi, namun bila anda tidak dapat mengendalikannya, hukum ini pula yang akan membuat anda terpuruk dan menguburkan cita-cita. Saya sering kali mengalaminya dan sangat terbantu dengan melakukan prinsip ini.
Sepulang kerja badan biasanya loyo, pikiran terkuras. Demikian pula hari itu, dengan letih dan sisa tenaga, saya bersandar di sofa ruang keluarga dan tangan memainkan remote televisi mencari chanel yang menghibur. Disinilah hukum inertia ini bekerja, saya berusaha mempertahankan posisi dengan tetap duduk  dan melihat televisi. Saran sang istri agar cepat mandi supaya segar tak digubris. Pernah suatu ketika saya terlelap.
Entah lelah atau segar, saya melihat banyak orang terpaku dengan televisi. Berganti dari satu sinetron ke mega sinetron berikutnya. Sesungguhnya yang membuat orang terpaku melihat sinetron bukan tayangan sinetronnya, namun karena kecenderungan orang untuk memertahankan posisinya, yaitu duduk  dan lihat sinetron. Bahkan seringkali saya melihat orang tertidurdi depan televisi menyala. Untuk sekedar mematikan televisi dan pindah kamar tidur saja susahnya minta ampun. Itulah hukum kekuatan inertia.
Setelah mengetahui prinsip ini, saya mulai mengubah strategi. Setiap saya mulai terpaku untuk suatu kegiatan tidak produktif, misalnya menontn televisi. Saya segera menghentikannya. Saya bergerak, mandi, makan, atau kegiatan apa pun untuk menstop proses ‘pemasungan ‘ ini. Kemudian secara sengaja saya melakukan kegiatan produktif dan membiarkan hukum inertia  bekerja dengan memaku saya pda kegiatan produktif tersebut.
Jadi, secara sengaja saya mencabut paku untuk kegiatan non produktif. Saya bisa merampungkan buku dengan lebih cepat. Saat saya menulis, saya cenderung ingin mempertahankan posisi saya, yaitu menulis. Termasuk ketiksa saya sedang mengetik tulisan anda baca ini. Saya ingin tetap menulis dan enggan melakukan yang lain.
Apa kegiatan produktif anda? Apa kegiatan yang akan membantu anda menggapai cita-cita? Walaupun awalnya malas, enggan melakukan, lakukan sajalah, mulai saja karena pada saatnya anda justru ingin tetap melakkan dan tidak ingin berhenti.
Pernahkan anda, saudara, atau rekanada sulit dibangunkan? Entah sudah tidur lama atau baru sebentar, bila orang tidak punya goal atau sesuatu untuk dikerjar, kebanyakan orang sulit dibangunkan. Lima menit lagi, tanggung  nih lagi mimpi apa, atau apalah alasannya. Jam weker  atau alarm yang sudah disetel juga dimatikan lalu tidur lagi. Bila ada orang yang setengah berteriak, “Cepat bangu, sudah jam enam, nanti terlambat lho?” barulah bergegas bangun karena takut terlambat.
Bila orang punya tujuan/goal akan membuatnya cepat bangun. Janjian dengan seseorang, menghadiri pesta, olahraga bersama, atau apapun. Namun bila ia tidak mempunyai acara, misalnya sabtu-minggu atau hari libur dan orang ini baru ada perjanjian saat jam makan siang, biasanya orang tersebut sulit untuk bergegas bangun. Itulah kekuatan hukum inertia, waspadalah!
Terapkan hukum inertia untuk keberhasilan anda. Terlebih dahulu terapkan untuk diri. Jadikan ia sekutu anda. Kemudian terapkan pada orang sekelilingnya agar anda dapat mendapatkan pengaruh sesuai dengan keinginan anda. (Awan Santosa, 2010:61. Psikologi Persuasi. Jakarta: Elex Media Computindo)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

 

Blogger news

Blogroll

http://www.yayasankalla.com/wp-content/uploads/2011/10/LOGO-ATHIRAH-FIX.png

About