Kamis, 23 April 2015

Penokohan dalam Cerita




Cara penggambaran karakter tokoh-tokoh dalam sebuah karya tulis prosa disebut dengan penokohan. Ada berbagai cara untuk menggambarkan karakter tokoh. Berikut akan dijelaskan lima cara penggambaran tokoh dalam cerpen.
1.      Disebutkan langsung oleh pengarang.
Contoh:
Tono memang penyabar. Walaupun dihina temannya hampir setiap hari, ia tidak pernah sakit hati. Ia tetap bergaul, seolah-olah tanpa ada masalah diantara mereka.
Dari kutipan di atas Tono digambarkan langsung memiliki watak penyabar.

2.      Tanggapan, penceritaan tokoh lain.
Contoh:
Debby selalu memuji-muji adiknya, Lina, yang menurutnya paling pintar sedunia. “Adikku , sayang. Kamu memang pintar dan rajin. Kakak salut, kakak bangga. Tentu mama pun yang ada di dunia sana bahagia melihat prestasimu.
Watak tokoh Lina digambarkan oleh kakaknya sebagai orang yang pintar dan rajin.
3.      Dilukiskan melalui perkataan, pikirannya.
Contoh:
“Aku ingin membeli pakaian seperti yang kamu beli kemarin. Gak apa-apa walaupun harus pinjam sama kakaku. Yang penting pakaian itu bisa kumiliki.
Watak tokoh Aku digambarkan berlebihan, boros, dan ambisius.
4.      Dilukiskan melalui perilakunya.
Contoh:
Radi duduk dengan santai walaupun di hadapannya ada mertua dan adik-adiknya. Kakinya di angkat sebelah ke tangan kursi di sebelahnya.
Rudi dalam kutipan tersebut dianggap tidak tahu etika dan sombong
5.      Digambarkan melalui keadaan lingkungannya.
Bekas-bekas minuman dibiarkan berserakan di bawah ranjangnya. Sementara itu, bau asap rokok masih mengepul memenuhi ruangan kamar. Sepertinya, bagi Dika kondisi kamarnya yang seperti itu sudah biasa.
Dari deskripsi lingkungannya kita bisa menyimpulkan Dika berwatak jorok, pecandu minuman dan rokok.

Sumber: Engkos Kosasih. 2013. Cerdas Berbahasa Indonesia untuk SMA/MA Kelas XI. Jakarta: Penerbit Erlangga.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

 

Blogger news

Blogroll

http://www.yayasankalla.com/wp-content/uploads/2011/10/LOGO-ATHIRAH-FIX.png

About